kali ini saya akan memberikan sebuah contoh laoran kukerta yang ada di Kampus UIN SMH Banten. sedikit menerangkan bahwa kukerta merupakan serangkaian prosedur/ syarat kelulusan dari kampus UIN SMH Banten, selain daripada itu kukerta merupakan realisasi teridarma perguruan tinggi. naah sekarang sudah tahu kan !!... sekarang silahkan di pelajari bagaimana teknisnya membuat laporan kelompok kukerta. selamat belajaar!!..
LAPORAN AKHIR
KULIAH KERJA NYATA (KUKERTA)
“REVITALISASI NILAI ISLAM DALAM BUDAYA KEBERSIHAN”
Kelompok : 29 (Dua Puluh Sembilan)
Desa :
Domas
Kecamatan : Pontang
Kabupaten : Serang
Waktu :
04 Agustus- 14 September
Penyusun : Mahasiswa KUKERTA
|
No
|
Nim
|
Nama
|
FAK/JUR
|
|
1
|
141600006
|
Mira Setiani
|
FEBI/AS
|
|
2
|
141401571
|
Ayu Meuthia Mawarni
|
FEBI/ES
|
|
3
|
141401557
|
Fety Octavia Niza
|
FEBI/ES
|
|
4
|
141500123
|
Muhammad Rido
|
FEBI/PBS
|
|
5
|
141500129
|
Ririn Wulandari
|
FEBI/PBS
|
|
6
|
141500122
|
Dede Dahlia
|
FEBI/PBS
|
|
7
|
141600066
|
Bahrul Ulum
|
FEBI/AS
|
|
8
|
143400382
|
Nurbaeti
|
FUDA/BKI
|
|
9
|
143400399
|
Fathul Aini Fauziah
|
FUDA/BKI
|
|
10
|
143600269
|
Mela Nurata
|
FUDA/BSA
|
|
11
|
143300520
|
Sella Kusuma Asmara
|
FUDA/KPI
|
|
12
|
143300488
|
Taufik Syahrul Hiyat
|
FUDA/KPI
|
|
13
|
143300485
|
Syifa Fauziah
|
FUDA/KPI
|
|
14
|
143300538
|
Siti Jaozah
|
FUDA/KPI
|
|
15
|
143300474
|
Andri Fauzi
|
FUDA/KPI
|
|
16
|
141300788
|
Mumun Munoiroh
|
FSY/HES
|
|
17
|
14200390
|
Nurlita Hkolidah
|
FSY/HTN
|
|
Jumlah Laki-Laki
|
4
|
||
|
Jumlah Perempuan
|
13
|
||
PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PPM) LEMBAGA
PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M)
INSTITUT AGAMAISLAM NEGRI (IAIN)
SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN TAHUN AKADEMIK 2017-2018
Lembar pengesahan
Bismillahirrohmanirrohim
Setelah dilakukan
pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan seperlunya dari draft laporan
kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KUKERTA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin
Banten tahun akademik 2017-2018 yang berlokasi di desa domas, kecamatan pontang
kabupaten serang dinyatakan sudah memenuhi syarat untuk di ajukan sebagai
laporan kelompok.
Demikian
pengesahan ini kami nyatakan semoga dapat di gunakan sebagai mana mestinya.
Serang, 28 Oktober
2017
|
Disahkan oleh:
Dosen Pembimbing lapangan
Yahdinil Firda Nadhirah, S.Ag., M.Si.
NIP.19771018 200112 2
001
|
Mengetahui,
Ketua LP2M
Mufti Ali, M.A., Ph.D
NIP. 19720806 200012 0 001
|
KATA PENGANTAR
Alhamduliilahhirobbil’alamin
segalapuji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita
semua, sehinnga pada kesempatan kali ini kami dapat menyelesaikan proses
rangkaian perjalanan kuliah kerja nyata terhadap masyarakat domas khususnya.
Sholawat seiring
salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang
telah membawa dari jaman kebodohan menuju jaman yang penuh dengan pengetahuan
ini.
Kuliah kerja nyata
merupakan sebuah proses dalam upaya pencapaian kelulusan dalam sebuah perguruan
tinggi untuk mendapatkan gelar strata 1 (S1). Namun tidak hanya itu didalamnya
ada sebuah bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan merupakan bentuk
pengaplikasikan tridarma perguruan tinggi.
Berangkat dari
kesadaran insan manusia tentang tugas dan kewajibannya, yang tidak terlepas
dari adanya saling membutuhkan terhadap orang lain. Untuk itu sudah seharusnya
mengucapkan terima kasih kami sampaikan kepada pihak pihak yang telah membantu
kami baik dalam proses kukerta maupun dalam proses pembuatan laporan. Oleh
karena itu kami penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.
Bapak Prof. Dr. H. Fauzul iman, M.A. Selaku Rector IAIN
“SMH” Banten.
2.
Bapak Mufti Ali, M.A.,Ph.D selaku ketua LP2M IAIN “SMH”
Banten.
3.
Bapak Dr. H. Endad Musaddad, M.A. Selaku kepala pusat
pengabdian kepada masyarakat.
4.
Kepada Ibu Yahdinil Firda
Nadhirah, S.Ag., M.Si. selaku Dosen Pembimbing lapangan.
5.
Bapak Shroni selaku Sekertaris desa domas.
6.
Seluruh tokoh masyarakat desa Domas.
7.
Seluruh peserta KUKERTA periodic yang semangat dan
bekerja sama dalam mensukseskan kegiatan KUKERTA periodic.
Kami sadari bahwa
dalam penyusunan laporan ini terdapat kekurangan dan ketidak sempurnaan, untuk
itu kami mohon maaf, kritik, dan saran yang menbangun dalam rangka disiplin
menciptakan keilmuan yang baik dan benar serta guna mencapai taraf
kesempurnaan.
Akhirnya penyusun
berharap semoga laporan ini membawa manfaat khususnya bagi penyusun, dan
umumnya bagi kita semua. Dan pada akhirnya hanya kepada Allah SWT kita
kembalikan seluruh persoalan, semoga kita semua selalu berada dalam
lindungannya amiin.
Serang, 28 Oktober 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER..................................................................................
i
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................... iii
KATA PENGANTAR ............................................................. iv
DAFTAR ISI.......................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang...................................................... 1
B.
Tujuan.................................................................... 6
C.
Landasan Pemikiran............................................. 8
D.
Waktu dan
Tempat/Lokasi................................... 9
E.
Manfaat Kegiatan................................................. 9
BAB II
KONDISI OBJEKTIF KOMUNITAS DAMPINGAN
A.
Sejarah Komunitas Dampingan .......................... 13
B.
Kondisi Geografis dan Demografis .................... 14
C.
Kondisi Pendidikan dan Budaya ........................ 17
D.
Kondisi Ekonomi dan Mata Pencariam.............. 19
E.
Kondisi
Sosial dan Keagamaan........................... 22
F.
Potensi
Komunitas Dampingan.......................... 25
G.
Permasalahan
Komunitas Dampingan............... 26
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RENCANA AKSI
A.
Identifikasi
Masalah............................................. 28
B.
Analisis
Masalah................................................... 34
C.
Strategi
Pemberdayaan....................................... 36
D.
Perencana
Aksi..................................................... 36
BAB
IV PELAKSANAAN PROGRAM KUKERTA
A.
Deskripsi Program (Unggulan, Penunjang
dan Rutin) 39
B.
Perubahan Sosial ................................................. 44
C.
Refleksi Hasil Pemberdayaan (Kebaruan Pengetahuan
Masyarakat) 44
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
........................................................... 46
B.
Rekomendasi
Dan Tindak Lanjut Program ....... 49
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejalan dengan tuntutan dan tantangan para wisudawan dan wisudawati di masa
yang akan datang dengan berbagai kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban,
maka dibutuhkan kesiapan mental dan strategi khusus dalam pengembangan
kemampuan diri dan pemberdayaannya di masyarakat kelak.
Menyadari hal tersebut di atas, maka peran mahasiswa sangat butuhkan
eksistensinya sebagai insan yang memiliki potensi di masa yang akan datang
untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM),
sehingga diperoleh calon-calon pengabdi masyarakat yang berkualitas sesuai
dengan yang diharapkan di era globalisasi dunia, dimana bangsa kita harus
mengusai ilmu pengetahuan dan tenologi yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah SWT, sebagai mana diharapkan oleh bangsa dan Negara. Atas dasar
itu, maka sesuai dengan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma perguruan
tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat luas dengan berbagai
permasalahannya sehingga diharapkan setahap demi setahap dapat membantu
masyarakat untuk menuju masyarakat yang mandiri dan lebih dinamis serta
sejahtera baik materil maupun spiritualnya.
Sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, maka kami dari
kelompok yang berlokasi di Desa Domas
Kecamatan Pontang Kabupaten Serang mencoba memberikan sumbangan pemikiran di
tengah-tengah kehidupan masyarakat secara nyata melalui kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KUKERTA), yang mana terdiri dari gabungan mahasiswa dari beberapa
fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri “SMH” Banten, memberikan dan
mengamalkan apa yang telah didapat di bangku perkuliahan selama 7 (tujuh)
semester dengan menjadikan hal tersebut sebagai insprirator dan motivator dalam
proses tranformasi nilai-nilai kepada masyarakat di Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang untuk dijadikan bahan
diskusi dengan masyarakat di Kelurahan tersebut secara nyata dan langsung, agar
masyarakat dapat termotivasi untuk berperan secara aktif dalam pembangunan
nasional di segala bidang sehingga akan mempercepat proses perubahan menuju
masyarakat yang mandiri dan dinamis.
Kuliah Kerja Nyata ini merupakan salah satu tugas mahasiswa guna menunjang
kelancaran dan keberhasilan program mahasiswa di lingkungan UIN Sultan Maulana
Hasanuddin Banten yaitu salah satu persyaratan dalam penyusunan skripsi dan
memperoleh gelar sarjana sesuai dengan keilmuannya masing-masing.
Berdasarkan
hasil observasi dan pemetaan wilayah sebagai tahap pertama untuk merencanakan
program-program kegiatan dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada dan siapa yang harus
diajak bekerjasama, serta apa saja
yang akan menghambat dalam terealisasinya program yang sudah di rencanakan.
Sebagai langkah awal kita dalam rangka mengsinkronkan antara kebutuhan
masyarakat dengan program-program yang kita rencanakan adalah mengadakan
pertemuan antara masyarakat dengan stake holder yang ada mulai dari
aparat desa, atau pemuda sampai dengan tokoh masyarakat dan ibu-ibu pengajian
sebagai ajang silaturrahim kita untuk menjalin keakraban.
Sebuah
pendekatan yang diharapkan mampu melibatkan peserta KUKERTA bersama-sama dengan
masyarakat untuk terus menerus belajar dan bertindak secara stimultan dalam
rangka menumbuhkan kesadaran kritis yang dapat melahirkan tindakan nyata untuk
melakukan perubahan sosial guna
mewujudakan sebuah tatanan sosial yang
emansipatoris. Dengan begitu secara tidak langsung kita bisa berdialog dengan
masyarakat guna mengetahui permasalahan-permasalahan
yang kemudian dijadikan referensi buat menyusun program.
Hasil yang didapatkan
pada pertemuan itu terbagi menjadi tiga sektor
permasalahan. Pertama, pendidikan yang menjadi prioritas, karena
masyarakat yang terjadi sekarang ini prihatin dengan minimnya tenaga pengajar
untuk mengajar di madrasah-madrasah dan pengajian anak-anak usia dini serta
generasi muda yang melanjutkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selain itu, masyarakat di desa ini khususnya anak-anak, banyak yang tidak
melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah lanjutan. Hal ini terjadi, ada
disebabkan oleh kurangnya minat mereka untuk melanjutakan pendidikan dan ada
yang disebabkan keterbatasan ekonomi keluarga sehingga ada sebagian orang tua
yang meminta anak-anaknya untuk membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
Kedua, Dari
sektor kebersihan yang menjadi salah satu masalah yang sangat
urgen di Desa Domas, hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat sekitar
yang kurang tanggap akan masalah kebersihan ini. Hal tersebut terlihat pada
sampah-sampah diatas air irigasi di sepanjang jalan menuju Desa Domas, kemudian
selokan-selokan yang penuh dengan sampah yang jarang dibersihkan .
Ketiga, sektor ekonomi
masyarakat, sector ini pun tidak kalah urgen dengan sektor-sektor di atas untuk
menunjang terealisasinya kedua sektor di atas. Oleh Karena itu, sebagai langkah awal kami dan masyarkat mencoba menitik beratkan pada sector pendidikan dan sektor sosial terutama masalah
kebersihan.
B.
Tujuan
Kegiatan
KUKERTA memiliki tujuan-tujuan sebagai
berikut:
1.
Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk berinteraksi
secara aktif di kalangan masyarakat dalam upaya membantu terciptanya kondisi
masyarakat yang dinamis dan responsive terhadap berbagai perubahan yang terjadi
di lingkungannya.
2.
Memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi
mahasiswa dalam mengaplikasikan kegunaan hasil pendidikannya serta menumbuhkan
sikap dan tanggung jawab sosial mereka
sebagai calon sarjana terhadap masyarakat.
3.
Mengembangkan pengetahuan agama, sikap dan
keterampilan mahasiswa melalui penerapan ilmu-ilmu agama Islam,
teknologi dan seni yang bernafaskan Islam secara
langsung di masyarakat serta melatih mahasiswa untuk bekerjasama antar bidang
keahlian (interdisipliner) secara terpadu.
4.
Terwujudnya integrasi dan peran serta civitas
akademika UIN SMH Banten dalam memecahkan masalah dan membina serta
mengembangkan kehidupan beragama, dan bermasyarakat.
C.
Landasan Pemikiran
1.
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional.
2.
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen.
3.
Undang-undang RI Nomor. 12 Tahun
2012 tentang Pendidikan Tinggi.
4.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
5.
Keputusan Presiden RI Nomor. 91 Tahun
2004 Tentang Perubahan Status STAIN “SMHB” Serang menjadi IAIN “SMH” Banten.
6.
Keputusan Menteri Agama No. 383 Tahun 1997
tentang Pelaksanaan Kurikulum Nasional Program Sarjana (SI).
7.
Keputusan Menteri Agama RI Nomor. 34 tahun
2008 tentang Statuta IAIN “SMH” Banten.
8.
Peraturan Menteri Agama RI Nomor. 10 tahun
2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN “SMH” Banten.
D.
Waktu dan
Tempat/Lokasi
Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) mahasiswa UIN “SMH” Banten dilaksanakan
pada tanggal 01 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 14 September 2017 di Wilayah
Desa Domas Kec. Pontang Kab. Serang Provinsi Banten.
E.
Manfaat Kegiatan
Adapun manfaat kegiatan KUKERTA
adalah sebagai berikut:
1.
Bagi Masyarakat
a.
Masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan
pemikiran untuk meningkatkan cara berpikir, pengetahuan dan keterampilannya,
sehingga dapat menumbuhkan potensi sumberdaya dan selanjutnya berkembang secara
mandiri.
b.
Terbentuknya kemampuan dan partisipasi
masyarakat dalam pengembangan potensi lokal, sehingga upaya kelanjutan
pembangunan dalam bidang agama dapat terjamin
2.
Bagi Pemerintah
a.
Membantu mempercepat pembangunan yang
dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dalam meningkatkan sumberdaya manusia.
b.
Membuka akses kemitraan dan komunikasi timbal
balik antara perguruan tinggi dan pemerintah.
3.
Bagi Mahasiswa
a.
Mendewasakan cara berfikir, bersikap dan
bertindak serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan
pengkajian, perumusan dan pemecahan masalah secara praktis dan terpadu
b.
Melatih dan membiasakan mahasiswa menghadapi
dan menyelesaikan masalah melalui kerjasama antar bidang keahlian
c.
Mendalami penghayatan dan pengetahuan
mahasiswa terhadap berbagai masalah dalam masyarkat yang sedang melaksanakan
pembangunan khususnya di bidang agama
d.
Memperoleh pengalaman sebagai basis
pembelajaran dalampengorganisasian masyarakat
4.
Bagi UIN
a.
Mendapatkan masukan bagi penyelenggaraan
pendidikan / pengajaran, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat
b.
Meningkatkan partisipasi dan peranan UIN
dalam melaksanakan pembangunan khususnya di bidang agama.
c.
Meningkatkan kerjasama UIN dengan pemerintah
daerah, perguruan tinggi, dan instansi lain yang terkait.
BAB II
KONDISI OBJEKTIF KOMUNITAS DAMPINGAN
A.
Sejarah Komunitas Dampingan
GPS merupakan suatu
organisasi kepemudaan yang berharap akan menjadi mitra desa atau adanya sebuah
pengakuan dari para pemetintahan desa. Adanya GPS berawal dari pemikiran
pemikiran para pemuda di desa domas terkhusus Rt 05 yang melihat keadaan desa
pada saat ini, para pemuda berkumpul dan membentuk sebuah organisasi kepemudaan
sera menyatukan visi dan misi untuk membangu desa domas yang menjadi lebih baik
lagi, dan GPS itu sendiri berada dalam naungan ustad Rohmani selaku salah satu
tokoh masyarakat desa domas. Adapun pro dan kontra terjadi d kalangan
masyarakat dengan adanya organisasi GPS ini, adapun masyarakat yang kontra
mungkin tidak tau dengan peran dan fungsi organisasi ini.
Nama GPS itu
sendiri ialah Gerakan Pemuda Syafaratuljannah adapun pemberian nama tersebut di
cetuska oleh seorang pemuda yang bernama zainal. Dengan keanggotaan seluruh
pemuda Mushola Syafaratuljannah. Dengan susunan kepengurusan yaitu :
·
Ketua umum = Asep
·
Wakil = Zainal
·
Sekertaris =
Rohmani
·
Bendahara =
Yanti
B.
Kondisi Geografis dan Demografis
1.
Kondisi Geografis
Desa Domas
Domas adalah desa yang berada di kecamatan Pontang Kabupaten Serang, Banten, Indonesia. Jarak yang di tempuh dari kecamatan pontang
yaitu sekitar 5 km ditempuh dengan waktu sekitar 9 menit, jarak dari pusat pemerinthan kabupaten 38
km ditempuh
dengan waktu sekitar 60 menit,
terdapat 2 kampung di desa domas yaitu kp. Domas dan kp. Cerocoh. Terdapat 4 RW
dan 12 RT.
a.
Batas Wilayah
|
Utara
|
Berbatasan
dengan desa Susukan kecamatan Tirtayasa
|
|
Selatan
|
Berbatasan
dengan desa Wanayasa kecamatan Pontang
|
|
Barat
|
Laut
Jawa
|
|
Timur
|
Berbatasan
dengan desa Susukan kecamatan Tirtayasa
|
b.
Penggunaan Tanah
|
Pemukiman
|
: luas 230 Ha
|
|
Ø
Pertanian / Perkebunan
|
: luas 164 Ha
|
|
Ø
Makam
|
Ø
: luas 7 Ha
|
|
Sarana olahraga
|
Ø
: 3 Ha
|
|
Jalan
|
Ø
: 1 Km
|
|
Gang
|
Ø
: 2 Km
|
|
Lahan kosong
|
Ø
: 30 Ha
|
|
Ø
Tambak
|
Ø
: 295 Ha
|
|
Ø
Tanah Wakaf
|
Ø
: 10 Ha
|
c.
Tipologi
|
NO
|
Uraian
|
|
1.
|
Desa ujung kecamatan
|
|
2.
|
Desa sekitar pesisir laut
|
|
3.
|
Desa berbatasan dengan kecamatan lain
|
|
4.
|
Desa berbatasan dengan desa lain
|
2.
Kondisi Demografis Desa Domas
Desa domas memiliki 4 RW dan 12 RT. Menurut
data terakhir tahun 2017 jumlah kepala keluarga desa domas yaitu 1270 dn jumlah
keseluruhan penduduk 6.000 jiwa. 100 % Masyarakat desa Domas beragama Islam.
a.
Jumlah penduduk
berdasarkan Usia:
|
No.
|
Kelompok Usia
|
Jumlah Jiwa
|
|
1.
|
0-5 tahun
|
1924
|
|
2.
|
6-18 tahun
|
1743
|
|
3
|
19-65 tahun
|
1352
|
|
4.
|
> 65 tahun
|
981
|
|
|
Total
|
6000
|
C.
Kondisi Pendidikan dan Budaya
1.
Kondisi
pendidikan
Data
tentang lembaga pendidikan formal di Desa Domas sebagai berikut:
·
Jumlah penduduk
berdasarkan tingkat pendidikan:
|
No
|
Pendidikan
|
Jumlah orang
|
|
1.
|
Tidak/ belum sekolah
|
960
|
|
2.
|
Belum tamat SD/ sederajat
|
879
|
|
3.
|
Tamat SD/ sederajat
|
947
|
|
4.
|
Tamat SLTP/ sederajat
|
839
|
|
5.
|
Tamat SLTA/ sederajat
|
793
|
|
6.
|
Tamat Diploma
|
1
|
|
7.
|
Tamat S1
|
3
|
|
8.
|
Tamat S2
|
-
|
|
9.
|
Tamat S3
|
-
|
·
Fasilitas Pendidikan yang ada di Desa Domas
|
No.
|
Fasilitas
Pendidikan
|
Jumlah
|
|
1.
|
TPA
|
2
|
|
2.
|
PAUD
|
1
|
|
3.
|
SD
|
3
|
|
4.
|
SMP / MTS
|
-
|
|
5.
|
SMA / MA
|
-
|
|
6.
|
Perguruan Tinggi
|
-
|
|
|
Jumlah
|
6
|
2.
Kondisi Budaya
Kebudayaan masyarakat desa Domas memang tidak
dapat terlihat. Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu hal yang spesifik tentang
apa yang menjadikan ciri khas dari masyarakat setempat tetapi sepanjang
pengamatan kami dari informasi yang didapat dari tokoh masyarakat setempat,
masih ada beberapa keagamaan yang tetep dilestarikan dan menjadi bagian tra
disi masyarakat setempat.
Di desa Domas setiap bulan Muharram dan
Maulid Nabi ada budaya sedekah yang rutin setiap tahun. Selain itu, setiap
malam jumat dan hari minggu diadakannya pengajian rutin di masjid dan musholah
di berbagai RT yang ada di Desa Domas.
D.
Kondisi Ekonomi dan Mata Pencariam
1.
Kondisi Ekonomi
Berdasarkan salah satu informasi dari sumber
di Desa Domas, warga Domas yang menjadi TKW
berjumlah kurang lebih 1,000 jiwa, sementara data yang tercatat saat ini
penduduk Desa Domas Kecamatan Pontang adalah kurang lebih 6.000 jiwa. Sekitar
10% warga Domas sudah pernah bekerja keluar negeri untuk menjadi TKW. Dan
kurang lebih 3500 jiwa masih bekerja menjadi TKW, kurang lebih sekitar 55%
penduduk.
Mayoritas mereka menjadi TKW untuk tujuan
Arab Saudi, Taiwan dan berbagai Negara diluar negeri. Hasil yang diperoleh dari
tempat bekerja itulah yang biasanya dijadikan modal untuk meneruskan hidupnya
di desa. Secara rinci memang tidak ada catatan yang didapat untuk menunjukkan
tingkat kehidupan social ekonomi. Tetapi mencari pekerjaan diperantaun seakan
telah menjadi perekonomian masyarakat.
Sektor industri yang sudah dikembangkan di
Desa Domas meliputi :
1.
Industri pembuatan bontot
2.
Industri pembuatan tike
3.
Industri pembuatan kerupuk payus
4.
Industri pembuatan pecak bandeng
5.
Industri pembuatan kropcok
Oleh karena itu sektor industri yang ada di
desa Domas masih bersifat home industri dan sedikit terhambat dalam
pengembangannya, karena terbatasnya modal dan pemasarannya.
Profesi mata pencaharian masyarakat domas
|
No.
|
Jenis
Mata Pencaharian
|
Jumlah
|
|
1.
|
Nelayan
|
70
|
|
2.
|
Pedagang
|
952
|
|
3.
|
PNS
|
46
|
|
4.
|
Karyawan
Pabrik
|
74
|
|
5.
|
Lain-lain
|
1959
|
|
|
Jumlah
|
|
E.
Kondisi
Sosial dan Keagamaan
1.
Keadaan Sosial
Keadaan
sosial masyarakat desa Domas kurang efektif, terkait masalah gotong royong
dimana masyarakat desa Domas enggan melakukan kegiatan tersebut. Sehingga kami
sebagai Mahasiswa KKN agak kesulitan untuk bersosialisasi terkait program
unggulan kami yaitu Kebersihan Lingkungan. Selama kami mengadakan kegiatan
gotong royong dan menghimbau masyarakat untuk ikut serta selalu saja respons
masyarakat selalu kurang baik terhadap kami. Padahal kami menganggap bahwa
program yang kami bawa ini akan berdampak baik termasuk terhadap lingkungan
masyarakat desa Domas.
2.
Kondisi Agama
Seperti yang terdapat dalam demografi, bahwa
mayoritas desa Domas beragama Islam. Jadi budaya keagamaan yang ada di desa
Domas tersebut cukup baik. Salah satu kegiatan keagamaan yang paling menonjol yaitu
Pengajian Rutin. Biasanya pengajian yang kami ikuti diadakkan di salah satu
Mushola yaitu Mushola Syafarotul Jannah, yang dilakukan setiap satu minggu
sekali.
pengajian tersebut diadakan setiap malam
jum’at dengan rangkaian acara seperti, pembacaan sholawat, mengaji Al-Quran
bersama, dan ceramah dari Kiai atau Ustadz di desa. Mahasiswa KKN dari beberapa
kampus pun bergabung dalam acara pengajian rutin tersebut. Dengan adanya
pengajian tersebut maka dampak positife yang dihasilkan yaitu silaturahmi terjalin
antar warga dan kami. Mayoritas masyarakat Domas menganut agama islam yang
berhaluan ahlu sunah waljamaah atau golongan NU (Nahdlatul Ulama). Desa Domas
memiliki 2 bangunan masjid dan 12 bangunan mushola yng tersebar di Domas, baik
dikampung desa Domas maupun di kampong cerocoh. Kegiatan rutinitas yang
dilakukan setiap minggu atau setiap bulan diantaranya pengajian, tahlil dan
istighosah, juga yasinan rutin.
·
Jumlah Penduduk menurut agama
|
NO
|
KAMPUNG
|
ISLAM
|
|
1
|
Domas
|
100%
|
|
2
|
Cirocoh
|
100%
|
|
JUMLAH
|
||
·
Jumlah Rumah Ibadah
|
NO
|
KAMPUNG
|
MASJID
|
MUSHOLA
|
JUMLAH
|
|
1
|
Domas
|
1
|
8
|
9
|
|
2
|
Cirocoh
|
1
|
4
|
5
|
|
JUMLAH
|
2
|
12
|
14
|
|
F.
Potensi
Komunitas Dampingan
Bahwasanya
setiap masyarakat dalam kehidupan tentu mengalami perubahan, tidak terkecuali
masyarakat di pedesaan yang cenderung masih bersifat tradisional. Jika
terjadinya perubahan sebagai akibat penyesuaian diri dari anggota suatu
masyarakat secara penuh kesadaran. Maka disebut social change, social control
serta cultural change, maka dari itu munculnya generasi baru atau kelompok
pemuda sangat erat hubungannya dengan perubahan sosial. Pemuda memberi
kesempatan kepada masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan
dalam strukstur masyarakat.
Organisasi
kepemudaan di masyarakat adalah lembaga nonformal yang tumbuh dan eksis dalam
masyarakat. Seperti, kelompok pemuda (karang taruna) serta ikatan remaja
masjid. Oleh karena diharapkan tidak melupakan tanggung jawab sebagai agen
social change, social control serta cultural change. Salah stu bentuk ekonomi
produktif yang dapat dijalankan oleh pemuda adalah program kelompok usaha
bersama. Program ini dijalankan secara bersama antar pemuda dan masyarakat
sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.
Beberapa
jenis kegiatan yang dapat dilakukan organisasi kepemudaan diantaranya produksi
(kerajinan, olahan pangan, alat perabotan dll), perdagangan ( hasil bumi,
barang-barang konsumen), jasa (pembengkelan, sablon, salon). dll. Dalam
kegiatan tersebut perlu adanya perancangan yang baik serta dukungn dari
masyarakat dan staff desa juga pemerintah agar kegiatan tersebut terlaksana
dengan baik.
G.
Permasalahan
Komunitas Dampingan
Di
desa Domas terdapat suatu kelompok pemuda yang diberi nama Remaja Domas “GPS” ,
GPS sendiri telah memiliki beberapa program kegiatan dimana ada kegiatan rutin
yang dilakukan setiap ada moment
tertentu seperti perayaan HUT RI atau Karnaval dan lain sebagainya, juga ada
pula program sarana prasarana untuk
fasilitas kegiatan olah raga yang biasanya diadakan turnamen perlombaan sepak
bola tiap tahun. Hanya saja dalam hal sarana prasarana memang kurang memadai.
Adapun
beberapa kendala yang dihadapi dan dirasakan oleh GPS dalam menjalankan
progam-program yang belim terlaksana tersebut adalah minimnya silaturahmi
antara pemuda dengan kepala desa, sehingga program ini yang sudah mereka
rancang seperti pendirian sarana dan prasarana olarahga belum berjalan.
No comments:
Post a Comment