Tuesday, October 31, 2017

laporan kukerta Domas




kali ini saya akan memberikan sebuah contoh laoran kukerta yang ada di Kampus UIN SMH Banten. sedikit menerangkan bahwa kukerta merupakan serangkaian prosedur/ syarat kelulusan dari kampus UIN SMH Banten, selain daripada itu kukerta merupakan realisasi teridarma perguruan tinggi. naah sekarang sudah tahu kan !!... sekarang silahkan di pelajari bagaimana teknisnya membuat laporan kelompok kukerta. selamat belajaar!!..

LAPORAN AKHIR
KULIAH KERJA NYATA (KUKERTA)
“REVITALISASI NILAI ISLAM DALAM BUDAYA KEBERSIHAN”
Kelompok            : 29 (Dua Puluh Sembilan)
Desa                        : Domas
Kecamatan         : Pontang
Kabupaten          : Serang
Waktu                    : 04 Agustus- 14 September
Penyusun             : Mahasiswa KUKERTA
No
Nim
Nama
FAK/JUR
1
141600006
Mira Setiani
FEBI/AS
2
141401571
Ayu Meuthia Mawarni
FEBI/ES
3
141401557
Fety Octavia Niza
FEBI/ES
4
141500123
Muhammad Rido
FEBI/PBS
5
141500129
Ririn Wulandari
FEBI/PBS
6
141500122
Dede Dahlia
FEBI/PBS
7
141600066
Bahrul Ulum
FEBI/AS
8
143400382
Nurbaeti
FUDA/BKI
9
143400399
Fathul Aini Fauziah
FUDA/BKI
10
143600269
Mela Nurata
FUDA/BSA
11
143300520
Sella Kusuma Asmara
FUDA/KPI
12
143300488
Taufik Syahrul Hiyat
FUDA/KPI
13
143300485
Syifa Fauziah
FUDA/KPI
14
143300538
Siti Jaozah
FUDA/KPI
15
143300474
Andri Fauzi
FUDA/KPI
16
141300788
Mumun Munoiroh
FSY/HES
17
14200390
Nurlita Hkolidah
FSY/HTN
Jumlah Laki-Laki
4
Jumlah Perempuan
13
PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PPM) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LP2M)
INSTITUT AGAMAISLAM NEGRI (IAIN)
SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN TAHUN AKADEMIK 2017-2018
Lembar pengesahan
Bismillahirrohmanirrohim
Setelah dilakukan pengarahan, bimbingan, koreksi dan perbaikan seperlunya dari draft laporan kelompok mahasiswa kuliah kerja nyata (KUKERTA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tahun akademik 2017-2018 yang berlokasi di desa domas, kecamatan pontang kabupaten serang dinyatakan sudah memenuhi syarat untuk di ajukan sebagai laporan kelompok.
Demikian pengesahan ini kami nyatakan semoga dapat di gunakan sebagai mana mestinya.
Serang, 28 Oktober 2017
Disahkan oleh:
Dosen Pembimbing lapangan


Yahdinil Firda Nadhirah, S.Ag., M.Si.
NIP.19771018 200112 2 001
Mengetahui,
Ketua LP2M


Mufti Ali, M.A., Ph.D
NIP. 19720806 200012 0 001








KATA PENGANTAR
Alhamduliilahhirobbil’alamin segalapuji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehinnga pada kesempatan kali ini kami dapat menyelesaikan proses rangkaian perjalanan kuliah kerja nyata terhadap masyarakat domas khususnya.
Sholawat seiring salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa dari jaman kebodohan menuju jaman yang penuh dengan pengetahuan ini.
Kuliah kerja nyata merupakan sebuah proses dalam upaya pencapaian kelulusan dalam sebuah perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar strata 1 (S1). Namun tidak hanya itu didalamnya ada sebuah bentuk pengabdian terhadap masyarakat dan merupakan bentuk pengaplikasikan tridarma perguruan tinggi.
Berangkat dari kesadaran insan manusia tentang tugas dan kewajibannya, yang tidak terlepas dari adanya saling membutuhkan terhadap orang lain. Untuk itu sudah seharusnya mengucapkan terima kasih kami sampaikan kepada pihak pihak yang telah membantu kami baik dalam proses kukerta maupun dalam proses pembuatan laporan. Oleh karena itu kami penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.          Bapak Prof. Dr. H. Fauzul iman, M.A. Selaku Rector IAIN “SMH” Banten.
2.         Bapak Mufti Ali, M.A.,Ph.D selaku ketua LP2M IAIN “SMH” Banten.
3.         Bapak Dr. H. Endad Musaddad, M.A. Selaku kepala pusat pengabdian kepada masyarakat.
4.        Kepada Ibu Yahdinil Firda Nadhirah, S.Ag., M.Si. selaku Dosen Pembimbing lapangan.
5.         Bapak Shroni selaku Sekertaris desa domas.
6.        Seluruh tokoh masyarakat desa Domas.
7.         Seluruh peserta KUKERTA periodic yang semangat dan bekerja sama dalam mensukseskan kegiatan KUKERTA periodic.
Kami sadari bahwa dalam penyusunan laporan ini terdapat kekurangan dan ketidak sempurnaan, untuk itu kami mohon maaf, kritik, dan saran yang menbangun dalam rangka disiplin menciptakan keilmuan yang baik dan benar serta guna mencapai taraf kesempurnaan.
Akhirnya penyusun berharap semoga laporan ini membawa manfaat khususnya bagi penyusun, dan umumnya bagi kita semua. Dan pada akhirnya hanya kepada Allah SWT kita kembalikan seluruh persoalan, semoga kita semua selalu berada dalam lindungannya amiin.
Serang, 28 Oktober  2017

Penyusun
DAFTAR ISI
COVER.................................................................................. i
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................... iii
KATA PENGANTAR ............................................................. iv
DAFTAR ISI.......................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang...................................................... 1
B.        Tujuan.................................................................... 6
C.        Landasan Pemikiran............................................. 8
D.        Waktu dan Tempat/Lokasi................................... 9
E.         Manfaat Kegiatan................................................. 9
BAB II KONDISI OBJEKTIF KOMUNITAS DAMPINGAN
A.        Sejarah Komunitas Dampingan .......................... 13
B.        Kondisi Geografis dan Demografis .................... 14
C.        Kondisi Pendidikan dan Budaya ........................ 17
D.        Kondisi Ekonomi dan Mata Pencariam.............. 19
E.         Kondisi Sosial dan Keagamaan........................... 22
F.         Potensi Komunitas Dampingan.......................... 25
G.        Permasalahan Komunitas Dampingan............... 26
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RENCANA AKSI
A.        Identifikasi Masalah............................................. 28
B.        Analisis Masalah................................................... 34
C.        Strategi Pemberdayaan....................................... 36
D.        Perencana Aksi..................................................... 36
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM KUKERTA
A.        Deskripsi Program (Unggulan, Penunjang dan Rutin)   39
B.        Perubahan Sosial ................................................. 44
C.        Refleksi Hasil Pemberdayaan (Kebaruan Pengetahuan Masyarakat)   44
BAB V PENUTUP
A.        Kesimpulan ........................................................... 46
B.        Rekomendasi Dan Tindak Lanjut Program ....... 49


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Sejalan dengan tuntutan dan tantangan para wisudawan dan wisudawati di masa yang akan datang dengan berbagai kemajuan teknologi dan perkembangan peradaban, maka dibutuhkan kesiapan mental dan strategi khusus dalam pengembangan kemampuan diri dan pemberdayaannya di masyarakat kelak.
Menyadari hal tersebut di atas, maka peran mahasiswa sangat butuhkan eksistensinya sebagai insan yang memiliki potensi di masa yang akan datang untuk dapat menggali dan mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga diperoleh calon-calon pengabdi masyarakat yang berkualitas sesuai dengan yang diharapkan di era globalisasi dunia, dimana bangsa kita harus mengusai ilmu pengetahuan dan tenologi yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sebagai mana diharapkan oleh bangsa dan Negara. Atas dasar itu, maka sesuai dengan salah satu bentuk pengamalan Tri Dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat luas dengan berbagai permasalahannya sehingga diharapkan setahap demi setahap dapat membantu masyarakat untuk menuju masyarakat yang mandiri dan lebih dinamis serta sejahtera baik materil maupun spiritualnya.
Sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, maka kami dari kelompok  yang berlokasi di Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang mencoba memberikan sumbangan pemikiran di tengah-tengah kehidupan masyarakat secara nyata melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA), yang mana terdiri dari gabungan mahasiswa dari beberapa fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri “SMH” Banten, memberikan dan mengamalkan apa yang telah didapat di bangku perkuliahan selama 7 (tujuh) semester dengan menjadikan hal tersebut sebagai insprirator dan motivator dalam proses tranformasi nilai-nilai kepada masyarakat di Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang untuk dijadikan bahan diskusi dengan masyarakat di Kelurahan tersebut secara nyata dan langsung, agar masyarakat dapat termotivasi untuk berperan secara aktif dalam pembangunan nasional di segala bidang sehingga akan mempercepat proses perubahan menuju masyarakat yang mandiri dan dinamis.
Kuliah Kerja Nyata ini merupakan salah satu tugas mahasiswa guna menunjang kelancaran dan keberhasilan program mahasiswa di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yaitu salah satu persyaratan dalam penyusunan skripsi dan memperoleh gelar sarjana sesuai dengan keilmuannya masing-masing.
Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan wilayah sebagai tahap pertama untuk merencanakan program-program kegiatan dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada dan siapa yang harus diajak bekerjasama, serta apa saja yang akan menghambat dalam terealisasinya program yang sudah di rencanakan. Sebagai langkah awal kita dalam rangka mengsinkronkan antara kebutuhan masyarakat dengan program-program yang kita rencanakan adalah mengadakan pertemuan antara masyarakat dengan stake holder yang ada mulai dari aparat desa, atau pemuda sampai dengan tokoh masyarakat dan ibu-ibu pengajian sebagai ajang silaturrahim kita untuk menjalin keakraban.
Sebuah pendekatan yang diharapkan mampu melibatkan peserta KUKERTA bersama-sama dengan masyarakat untuk terus menerus belajar dan bertindak secara stimultan dalam rangka menumbuhkan kesadaran kritis yang dapat melahirkan tindakan nyata untuk melakukan perubahan sosial guna mewujudakan sebuah tatanan sosial yang emansipatoris. Dengan begitu secara tidak langsung kita bisa berdialog dengan masyarakat guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang kemudian dijadikan referensi buat menyusun program.
Hasil yang didapatkan pada pertemuan itu terbagi menjadi tiga sektor permasalahan. Pertama, pendidikan yang menjadi prioritas, karena masyarakat yang terjadi sekarang ini prihatin dengan minimnya tenaga pengajar untuk mengajar di madrasah-madrasah dan pengajian anak-anak usia dini serta generasi muda yang melanjutkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, masyarakat di desa ini khususnya anak-anak, banyak yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah lanjutan. Hal ini terjadi, ada disebabkan oleh kurangnya minat mereka untuk melanjutakan pendidikan dan ada yang disebabkan keterbatasan ekonomi keluarga sehingga ada sebagian orang tua yang meminta anak-anaknya untuk membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kedua, Dari sektor    kebersihan yang menjadi salah satu masalah yang sangat urgen di Desa Domas, hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat sekitar yang kurang tanggap akan masalah kebersihan ini. Hal tersebut terlihat pada sampah-sampah diatas air irigasi di sepanjang jalan menuju Desa Domas, kemudian selokan-selokan yang penuh dengan sampah yang jarang dibersihkan .
Ketiga, sektor ekonomi masyarakat, sector ini pun tidak kalah urgen dengan sektor-sektor di atas untuk menunjang terealisasinya kedua sektor di atas. Oleh Karena itu, sebagai langkah awal kami dan masyarkat mencoba menitik beratkan pada sector pendidikan dan sektor sosial terutama masalah kebersihan.
B.       Tujuan
Kegiatan KUKERTA  memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut:
1.          Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk berinteraksi secara aktif di kalangan masyarakat dalam upaya membantu terciptanya kondisi masyarakat yang dinamis dan responsive terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungannya.
2.         Memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan kegunaan hasil pendidikannya serta menumbuhkan sikap dan tanggung jawab sosial mereka sebagai calon sarjana terhadap masyarakat.
3.         Mengembangkan pengetahuan agama, sikap dan keterampilan mahasiswa melalui penerapan ilmu-ilmu agama Islam, teknologi dan seni yang bernafaskan Islam secara langsung di masyarakat serta melatih mahasiswa untuk bekerjasama antar bidang keahlian (interdisipliner) secara terpadu.
4.        Terwujudnya integrasi dan peran serta civitas akademika UIN SMH Banten dalam memecahkan masalah dan membina serta mengembangkan kehidupan beragama, dan bermasyarakat. 

C.        Landasan Pemikiran
1.          Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.         Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3.         Undang-undang RI Nomor. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
4.        Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
5.         Keputusan Presiden RI Nomor. 91 Tahun 2004 Tentang Perubahan Status STAIN “SMHB” Serang menjadi IAIN “SMH” Banten.
6.        Keputusan Menteri Agama No. 383 Tahun 1997 tentang Pelaksanaan Kurikulum Nasional Program Sarjana (SI).
7.         Keputusan Menteri Agama RI Nomor. 34 tahun 2008 tentang Statuta IAIN “SMH” Banten.
8.        Peraturan Menteri Agama RI Nomor. 10 tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN “SMH” Banten.

D.       Waktu dan Tempat/Lokasi
Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) mahasiswa UIN “SMH” Banten dilaksanakan pada tanggal 01 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 14 September 2017 di Wilayah Desa Domas Kec. Pontang Kab. Serang Provinsi Banten.

E.        Manfaat Kegiatan
Adapun  manfaat kegiatan KUKERTA adalah sebagai berikut:
1.          Bagi Masyarakat
a.         Masyarakat memperoleh bantuan tenaga dan pemikiran untuk meningkatkan cara berpikir, pengetahuan dan keterampilannya, sehingga dapat menumbuhkan potensi sumberdaya dan selanjutnya berkembang secara mandiri.
b.        Terbentuknya kemampuan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi lokal, sehingga upaya kelanjutan pembangunan dalam bidang agama dapat terjamin
2.         Bagi Pemerintah
a.         Membantu mempercepat pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah antara lain dalam meningkatkan sumberdaya manusia.
b.        Membuka akses kemitraan dan komunikasi timbal balik antara perguruan tinggi dan pemerintah.
3.         Bagi Mahasiswa
a.         Mendewasakan cara berfikir, bersikap dan bertindak serta meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan pengkajian, perumusan dan pemecahan masalah secara praktis dan terpadu
b.        Melatih dan membiasakan mahasiswa menghadapi dan menyelesaikan masalah melalui kerjasama antar bidang keahlian
c.         Mendalami penghayatan dan pengetahuan mahasiswa terhadap berbagai masalah dalam masyarkat yang sedang melaksanakan pembangunan khususnya di bidang agama
d.        Memperoleh pengalaman sebagai basis pembelajaran dalampengorganisasian masyarakat
4.        Bagi UIN
a.         Mendapatkan masukan bagi penyelenggaraan pendidikan / pengajaran, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat
b.        Meningkatkan partisipasi dan peranan UIN dalam melaksanakan pembangunan khususnya di bidang agama.
c.         Meningkatkan kerjasama UIN dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan instansi lain yang terkait.


BAB II
KONDISI OBJEKTIF KOMUNITAS DAMPINGAN
A.       Sejarah Komunitas Dampingan
GPS merupakan suatu organisasi kepemudaan yang berharap akan menjadi mitra desa atau adanya sebuah pengakuan dari para pemetintahan desa. Adanya GPS berawal dari pemikiran pemikiran para pemuda di desa domas terkhusus Rt 05 yang melihat keadaan desa pada saat ini, para pemuda berkumpul dan membentuk sebuah organisasi kepemudaan sera menyatukan visi dan misi untuk membangu desa domas yang menjadi lebih baik lagi, dan GPS itu sendiri berada dalam naungan ustad Rohmani selaku salah satu tokoh masyarakat desa domas. Adapun pro dan kontra terjadi d kalangan masyarakat dengan adanya organisasi GPS ini, adapun masyarakat yang kontra mungkin tidak tau dengan peran dan fungsi organisasi ini.
Nama GPS itu sendiri ialah Gerakan Pemuda Syafaratuljannah adapun pemberian nama tersebut di cetuska oleh seorang pemuda yang bernama zainal. Dengan keanggotaan seluruh pemuda Mushola Syafaratuljannah. Dengan susunan kepengurusan yaitu :
·           Ketua umum               = Asep
·           Wakil                                = Zainal
·           Sekertaris                      = Rohmani
·           Bendahara                    = Yanti
B.       Kondisi Geografis dan Demografis
1.          Kondisi Geografis Desa Domas
Domas adalah desa yang berada di kecamatan Pontang Kabupaten Serang, Banten, Indonesia. Jarak yang di tempuh dari kecamatan pontang yaitu sekitar 5 km ditempuh dengan waktu sekitar 9 menit, jarak dari pusat pemerinthan kabupaten 38 km ditempuh dengan waktu sekitar 60 menit, terdapat 2 kampung di desa domas yaitu kp. Domas dan kp. Cerocoh. Terdapat 4 RW dan 12 RT.

a.         Batas Wilayah
Utara
Berbatasan dengan desa Susukan kecamatan Tirtayasa
Selatan
Berbatasan dengan desa Wanayasa kecamatan Pontang
Barat
Laut Jawa
Timur
Berbatasan dengan desa Susukan kecamatan Tirtayasa

b.        Penggunaan Tanah
Pemukiman    
:  luas 230 Ha
Ø   Pertanian / Perkebunan
: luas 164 Ha
Ø   Makam                              
Ø   : luas 7 Ha
Sarana olahraga
Ø   : 3 Ha
Jalan
Ø   : 1 Km
Gang
Ø   : 2 Km
Lahan kosong
Ø   : 30 Ha
Ø   Tambak
Ø   : 295 Ha
Ø   Tanah Wakaf                   
Ø   : 10 Ha

c.         Tipologi
NO
Uraian
1.
Desa ujung kecamatan
2.
Desa sekitar pesisir laut
3.
Desa berbatasan dengan kecamatan lain
4.
Desa berbatasan dengan desa lain

2.         Kondisi Demografis Desa Domas
Desa domas memiliki 4 RW dan 12 RT. Menurut data terakhir tahun 2017 jumlah kepala keluarga desa domas yaitu 1270 dn jumlah keseluruhan penduduk 6.000 jiwa. 100 % Masyarakat desa Domas beragama Islam.
a.        Jumlah penduduk berdasarkan Usia:
No.
Kelompok Usia
Jumlah Jiwa
1.
0-5 tahun
1924
2.
6-18 tahun
1743
3
19-65 tahun
1352
4.
> 65 tahun
981

Total
6000

C.        Kondisi Pendidikan dan Budaya
1.          Kondisi pendidikan
Data tentang lembaga pendidikan formal di Desa Domas sebagai berikut:
·         Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan:
No
Pendidikan
Jumlah orang
1.
Tidak/ belum sekolah
960
2.
Belum tamat SD/ sederajat
879
3.
Tamat SD/ sederajat
947
4.
Tamat SLTP/ sederajat
839
5.
Tamat SLTA/ sederajat
793
 6.
Tamat Diploma
1
7.
Tamat S1
3
8.
Tamat S2
-
9.
Tamat S3
-

·           Fasilitas Pendidikan yang ada di Desa Domas
No.
Fasilitas Pendidikan
Jumlah
1.
TPA
2
2.
PAUD
1
3.
SD
3
4.
SMP / MTS
-
5.
SMA / MA
-
6.
Perguruan Tinggi
-

Jumlah
6



2.         Kondisi Budaya
Kebudayaan masyarakat desa Domas memang tidak dapat terlihat. Hal ini dikarenakan tidak ada sesuatu hal yang spesifik tentang apa yang menjadikan ciri khas dari masyarakat setempat tetapi sepanjang pengamatan kami dari informasi yang didapat dari tokoh masyarakat setempat, masih ada beberapa keagamaan yang tetep dilestarikan dan menjadi bagian tra disi masyarakat setempat.
Di desa Domas setiap bulan Muharram dan Maulid Nabi ada budaya sedekah yang rutin setiap tahun. Selain itu, setiap malam jumat dan hari minggu diadakannya pengajian rutin di masjid dan musholah di berbagai RT yang ada di Desa Domas.
D.       Kondisi Ekonomi dan Mata Pencariam
1.          Kondisi Ekonomi
Berdasarkan salah satu informasi dari sumber di Desa Domas, warga Domas yang menjadi TKW  berjumlah kurang lebih 1,000 jiwa, sementara data yang tercatat saat ini penduduk Desa Domas Kecamatan Pontang adalah kurang lebih 6.000 jiwa. Sekitar 10% warga Domas sudah pernah bekerja keluar negeri untuk menjadi TKW. Dan kurang lebih 3500 jiwa masih bekerja menjadi TKW, kurang lebih sekitar 55% penduduk.
Mayoritas mereka menjadi TKW untuk tujuan Arab Saudi, Taiwan dan berbagai Negara diluar negeri. Hasil yang diperoleh dari tempat bekerja itulah yang biasanya dijadikan modal untuk meneruskan hidupnya di desa. Secara rinci memang tidak ada catatan yang didapat untuk menunjukkan tingkat kehidupan social ekonomi. Tetapi mencari pekerjaan diperantaun seakan telah menjadi perekonomian masyarakat.
Sektor industri yang sudah dikembangkan di Desa Domas meliputi :

1.       Industri pembuatan bontot
2.       Industri pembuatan tike
3.      Industri pembuatan kerupuk payus
4.      Industri pembuatan pecak bandeng
5.      Industri pembuatan kropcok
Oleh karena itu sektor industri yang ada di desa Domas masih bersifat home industri dan sedikit terhambat dalam pengembangannya, karena terbatasnya modal dan pemasarannya.
Profesi mata pencaharian masyarakat domas
No.
Jenis Mata Pencaharian
Jumlah
1.
Nelayan
70
2.
Pedagang
952
3.
PNS
46
4.
Karyawan Pabrik
74
5.
Lain-lain
1959

Jumlah


E.        Kondisi Sosial dan Keagamaan
1.          Keadaan Sosial
Keadaan sosial masyarakat desa Domas kurang efektif, terkait masalah gotong royong dimana masyarakat desa Domas enggan melakukan kegiatan tersebut. Sehingga kami sebagai Mahasiswa KKN agak kesulitan untuk bersosialisasi terkait program unggulan kami yaitu Kebersihan Lingkungan. Selama kami mengadakan kegiatan gotong royong dan menghimbau masyarakat untuk ikut serta selalu saja respons masyarakat selalu kurang baik terhadap kami. Padahal kami menganggap bahwa program yang kami bawa ini akan berdampak baik termasuk terhadap lingkungan masyarakat desa Domas.

2.         Kondisi Agama
Seperti yang terdapat dalam demografi, bahwa mayoritas desa Domas beragama Islam. Jadi budaya keagamaan yang ada di desa Domas tersebut cukup baik. Salah satu kegiatan keagamaan yang paling menonjol yaitu Pengajian Rutin. Biasanya pengajian yang kami ikuti diadakkan di salah satu Mushola yaitu Mushola Syafarotul Jannah, yang dilakukan setiap satu minggu sekali.
pengajian tersebut diadakan setiap malam jum’at dengan rangkaian acara seperti, pembacaan sholawat, mengaji Al-Quran bersama, dan ceramah dari Kiai atau Ustadz di desa. Mahasiswa KKN dari beberapa kampus pun bergabung dalam acara pengajian rutin tersebut. Dengan adanya pengajian tersebut maka dampak positife yang dihasilkan yaitu silaturahmi terjalin antar warga dan kami. Mayoritas masyarakat Domas menganut agama islam yang berhaluan ahlu sunah waljamaah atau golongan NU (Nahdlatul Ulama). Desa Domas memiliki 2 bangunan masjid dan 12 bangunan mushola yng tersebar di Domas, baik dikampung desa Domas maupun di kampong cerocoh. Kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap minggu atau setiap bulan diantaranya pengajian, tahlil dan istighosah, juga yasinan rutin.
·         Jumlah Penduduk menurut agama
NO
KAMPUNG
ISLAM
1
Domas
100%
2
Cirocoh
100%
JUMLAH

·         Jumlah Rumah Ibadah
NO
KAMPUNG
MASJID
MUSHOLA
JUMLAH
1
Domas
1
8
9
2
Cirocoh
1
4
5
JUMLAH
2
12
14



F.        Potensi Komunitas Dampingan
Bahwasanya setiap masyarakat dalam kehidupan tentu mengalami perubahan, tidak terkecuali masyarakat di pedesaan yang cenderung masih bersifat tradisional. Jika terjadinya perubahan sebagai akibat penyesuaian diri dari anggota suatu masyarakat secara penuh kesadaran. Maka disebut social change, social control serta cultural change, maka dari itu munculnya generasi baru atau kelompok pemuda sangat erat hubungannya dengan perubahan sosial. Pemuda memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam strukstur masyarakat.
Organisasi kepemudaan di masyarakat adalah lembaga nonformal yang tumbuh dan eksis dalam masyarakat. Seperti, kelompok pemuda (karang taruna) serta ikatan remaja masjid. Oleh karena diharapkan tidak melupakan tanggung jawab sebagai agen social change, social control serta cultural change. Salah stu bentuk ekonomi produktif yang dapat dijalankan oleh pemuda adalah program kelompok usaha bersama. Program ini dijalankan secara bersama antar pemuda dan masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.
Beberapa jenis kegiatan yang dapat dilakukan organisasi kepemudaan diantaranya produksi (kerajinan, olahan pangan, alat perabotan dll), perdagangan ( hasil bumi, barang-barang konsumen), jasa (pembengkelan, sablon, salon). dll. Dalam kegiatan tersebut perlu adanya perancangan yang baik serta dukungn dari masyarakat dan staff desa juga pemerintah agar kegiatan tersebut terlaksana dengan baik.
G.       Permasalahan Komunitas Dampingan
Di desa Domas terdapat suatu kelompok pemuda yang diberi nama Remaja Domas “GPS” , GPS sendiri telah memiliki beberapa program kegiatan dimana ada kegiatan rutin yang dilakukan  setiap ada moment tertentu seperti perayaan HUT RI atau Karnaval dan lain sebagainya, juga ada pula program  sarana prasarana untuk fasilitas kegiatan olah raga yang biasanya diadakan turnamen perlombaan sepak bola tiap tahun. Hanya saja dalam hal sarana prasarana memang kurang memadai.
Adapun beberapa kendala yang dihadapi dan dirasakan oleh GPS dalam menjalankan progam-program yang belim terlaksana tersebut adalah minimnya silaturahmi antara pemuda dengan kepala desa, sehingga program ini yang sudah mereka rancang seperti pendirian sarana dan prasarana olarahga belum berjalan.
 

 

No comments:

Post a Comment